Kegagalan Transportasi Indonesia

Awal tahun 2012 kembali Indonesia dengan berbagai musibah, kali ini dalam bidang transportasi. Seperti yang kita tahu dalam 1 bulan terakhir, publik dikejutkan pada kecelakaan maut mobil pribadi Xenia (22/01/12) yang menabrak 12 orang di Halte Tugu Tani di pagi hari, yang menewaskan 9 nyawa diduga pelakunya mengendarai dibawah pengaruh alkohol dikabarkan pelaku hanya menerima hukuman 6-10 tahun penjara. Kecelakaan maut terjadi di Cisarua Bogor, Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menabrak ruko dan mobil, diduga rem blong menewaskan 14 nyawa, 54 luka-luka (10/02/12), seperti cerita berantai kecelakaan kembali terjadi hanya berselang 2 hari di Tol Jagorawi Jakarta-Bogor, Majalengka (Jawa Barat) dan Ngawi (Jawa Timur).

Fakta-fakta di atas menunjukkan betapa buruknya sistem transportasi yang ada di Indonesia. Pengajar Keselamatan Transportasi F.T UI Tri Tjahjono, dari kondisi yang sebenarnya, dilihat dari jumlah penduduk, kendaraan dan kondisi jalan. “Dalam sebuah penelitian pernah ada angka menyebut 40.000 jiwa tewas karena karena kecelakaan lalu lintas” (12/2/12, www.gatra.com). Pengamat transpotasi Djoko Setiawan “Walikota dan bupati harus bertanggungjawab karena mereka yang mengangkat kepada Dinas Perhubungan”. Lalu salah siapa? Beberapa pihak yang terkait terkesan saling menyalahkan seringkali faktor alam, faktor kesalahan teknis, dan human error dijadikan kambing hitam menjadi alasan yang berulang dalam kecelakaan. Bahkan para pejabat negara pun berlindung dibalik alasan tersebut untuk menutupi ketidakbecusan mereka mengurus pelayanan masyarakat secara baik.

Jika lebih mencermati ada 2 hal, pertama (segi transportasi) : akar permasalahan yaitu kurangnya pengelolaan yang dilakukan oleh Negara. Fasilitas umum transportasi seperti: jalan raya, bandara, dan rel kereta api yang seharusnya dikelola oleh negara untuk melayani kepentingan masyarakat umum, telah diserahkan kepada pihak swasta dalam pemasaran angkutan pribadi terus membludak padahal semakin banyak kendaraan itulah penyebab kemacetan. Akibatnya pengelolaan tersebut selalu mengedepankan aspek keuntungan, bukan pelayanan kepada masyarakat. Berbeda sekali ketika yang mengelola fasilitas umum adalah negara, maka yang menjadi dasar pemikirannya adalah kenyamanan dan keamanan bagi seluruh rakyat. Selain itu, apabila pengelolaan fasilitas umum tidak dikelola oleh negara, maka yang terjadi negara sering lepas tanggung jawab terhadap permasalahan yang ada, seperti yang terjadi sekarang. Dalam Islam fasilitas umum harusnya dikelola oleh negara karena menyangkut kepentingan orang banyak.

Kedua (segi keselamatan ): Dalam kapitalisme sungguh tak terlihat rasa keadilannya, bagaimana mungkin menghukum orang yang sudah membunuh 9 nyawa hanya dengan 6 tahun? Sedangkan dalam Islam sekalipun pembunuhan itu tidak disengaja ada hukuman yang sama adilnya, “.......dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya mukmin serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarga si terbunuh, kecuali jika mereka (keluarga korban) bersedekah.....” (Q.S. Annisa 4:92). Membebaskan budak sudah tidak ada lagi, sehingga tinggalah diyat bisa dengan 100 ekor unta, An-Nasai bisa dibayar 1000 dinar boleh juga senilai uang itu (Nizham al-Uqubat, 51), diasumsikan 1gr 500ribu, maka yang harus dibayarkan kepada tiap korban Rp 2,125 miliar. Bandingkan dengan Gubernur Jakarta yang memberi santunan per korban 10 juta pada kecelakaan Tugu Tani?

Oleh karena itu, Islam merupakan satu-satunya solusi yang tepat dalam menyelesaikan segala permasalahan sistem transportasi saat ini. Islam juga sebagai solusi dari semua persoalaan yang dihadapi umat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena telah terbukti membawa umat Islam dalam peradaban yang baik dan benar, serta dalam kemakmuran yang luar biasa. (ina)

============================
Ina Agustiani, S.Pd.
Guru MI Al-Huda Cijagang,
Cikalongkulon - Cianjur
FB: Ina Agustiani,
Twitter: @agustianiina

Title : Kegagalan Transportasi Indonesia
Description : Awal tahun 2012 kembali Indonesia dengan berbagai musibah, kali ini dalam bidang transportasi. Seperti yang kita tahu dalam 1 bulan terakh...

7 Responses to "Kegagalan Transportasi Indonesia"

  1. permasalah transportasi merupakan masalah yang saat hampir menjadi permasalahan di kota kota besar di indonesia. selain sarana dan prasarana, banyaknya kendaraan pribadi yang membludak akibat begitu mudahnya mendaptkan kendaraan juga musti mendapat perhatian... thanks dah share, artikelnya mencerdaskan. salam kenal

    ReplyDelete
  2. Transfortasi indonesia masih jauh dari kata aman , contohnya masih ada kasus pemerkosaan dalam angkutan umum .

    ReplyDelete
  3. tingkat pelayanan nya juga kurang memuaskan , apalagi kalo liat kereta kelas ekonomi sangat menghawatirkan .

    ReplyDelete
  4. Infonya bermanfaat, thanks udah share sob !!


    bisnistiket.co.id

    ReplyDelete
  5. Ya semoga saja kegagalan transfortasi di negri kita ini akan segera membaik

    ReplyDelete
  6. selamat pagi pak admin,mohon ijin untuk ikut corat-coret di kolom komentar ini,ane bangga bisa menemukan website yang super super keren ini.info2-nya sangat menarik penuh manfaat..thanks,,salam kenal untuk semua and sukses selalu..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah memberikan komentar pada tulisan saya :)
Mohon maaf, komentar spam dan menyematkan link tidak bermanfaat terpaksa saya hapus!

Semoga bermanfaat!